Showing posts with label Go Green. Show all posts
Showing posts with label Go Green. Show all posts

Go Green

Berikanlah hadiah yang termahal untuk anak cucu anda, Dunia Bebas Polusi. Hadiah ini bisa anda berikan tanpa harus keluar uang sepeserpun. Hanya dari diri anda sendiri untuk kebahagiaan dan kesehatan keturunan andaApa itu? Mudah, cukup terapkan prinsip 4 R berikut dalam keseharian anda. Go Green!

* Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

* Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

* Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

* Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Sumber: id.shvoong.com

Taman di Lantai Atap


Demi memiliki hunian yang ramah lingkungan, kita harus menciptakan sebuah taman. Sayang, keterbatasan lahan membuat kita sulit mengaplikasikannya.

Arsitek lanskap Bagus Tatang Dewantoro mengatakan, karena kondisi pemanasan global, sebaiknya menciptakan hunian yang ramah lingkungan atau dengan menghadirkan lingkungan yang hijau, seperti taman, roof garden, dan wall garden. Alternatif yang lebih dulu diminati negara-negara tetangga untuk menciptakan lingkungan hijau meski memiliki keterbatasan lahan di bagian dasar hunian itu, salah satunya adalah dengan penghijauan di atap rumah. Nah, jika hunian Anda memiliki lantai atap yang mubazir alias tidak terpakai, segeralah memanfaatkan space layak tersebut sebagai taman.
Prinsipnya, mendesain taman di lantai atap sebuah hunian hampir sama dengan konsep menanam tanaman di dalam pot. Bedanya, medianya sedikit lebih besar dan pengaplikasiannya memang tidak semudah menanam tanaman dalam pot.

Kehadiran taman atap atau yang lebih dikenal sebagai roof garden, selain menambah keteduhan dengan menyajikan pemandangan yang berbeda dari taman konvensional, juga berfungsi menyerap gas-gas beracun. Namun, untuk menghadirkan taman atap ini, sinar matahari, temperatur, kecepatan angin, curah hujan, kemiringan bangunan, dan tingkat keamanan perlu diperhatikan.

Selain itu, pembuatan taman atap memerlukan biaya yang tidak sedikit karena membutuhkan struktur dan konstruksi atap yang spesifik dan kuat untuk menahan beban taman tersebut. Beban itu berasal dari tanaman, tanah yang digunakan sebagai media tanam, pot, dan air. Apalagi jika Anda tidak puas dengan tanaman dalam pot dan ingin menghadirkan pohon berukuran besar, maka plat lantai lokasi tanam dan dinding penahan harus didukung struktur yang kuat agar atap bisa menahan beban tersebut dan tidak runtuh.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konstruksi atap yang rawan bocor. Karena itu, jika benar-benar ingin menghadirkan taman atap, bersiaplah melengkapi lantai atap dengan saluran pembuangan air. Untuk melancarkan aliran air ke lubang pembuangan itu juga diperlukan adanya lapisan drainase dengan menggunakan drainage cell, yang ringan tetapi sangat kuat.

Agar air dari tanah tanaman tidak tembus masuk ke lapisan beton atau dak lantai atas hingga menyebabkan kebocoran, sebaiknya dasar lantai yang akan dijadikan taman terlebih dulu dilapisi dengan lapisan waterproof. Kemudian, baru di atas lapisan tersebut diletakkan media tanam.

Untuk media tanam, formula yang digunakan sebaiknya harus yang ringan, tapi memiliki kemampuan menyediakan zat hara dan kelembapan. Untuk mengurangi beban taman di atap, media tanam tanah bisa dibarter dengan media yang lebih ringan, seperti kompos, humus, batu apung, ataupun serabut kelapa. Selain lebih ringan, air endapan siraman tanaman pun tidak kotor, seperti halnya jika terjadi pada media tanah yang biasanya menghasilkan air endapan berwarna cokelat.

Arsitek lanskap Nirwono Yoga beberapa waktu lalu mengatakan, adanya krisis pangan menyebabkan gagasan roof garden layak dibudayakan. Taman ini bisa dijadikan apotek hidup atau kebun sayuran. "Tidak zaman lagi bikin taman dari segi estetis saja," katanya. Selain menghijaukan hunian, Nirwono menjelaskan, hasil dari apotek hidup atau kebun sayuran ini dapat dikonsumsi pemiliknya.

Sumber: www.trisigma.co.id

Green Wall

Semakin meningkatnya efek rumah kaca terhadap pemanasan global menyebabkan dunia semakin panas sehingga berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia di planet bumi ini karena terjadinya perubahan iklim. Berbagai cara dan pola ditempuh manusia untuk mengurangi dampak rumah kaca tersebut seperti mengurangi pemakaian bahan yang menjadi penyebab global warming, melakukan penanaman pohon (penghijauan), mendaur ulang sampah hingga menggantikan bahan bakar minyak bumi dengan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu upaya penting untuk menurunkan suhu bumi akibat efek negatif rumah kaca adalah dengan mengurangi pelepasan gas karbondioksida ke udara. Selain upaya makro seperti menanam pohon penghijau secara besar-besaran di sepanjang jalan dan lingkungan pemukiman khususnya di perkotaan, belakang ini usaha mikro mengurangi pemanasan global dapat dilakukan melalui banyak cara. Misalnya mendesain bangunan rumah itu sendiri dengan bangunan yang mengadopsi konsep green wall, atau memanfaatkan tanaman untuk menutupi bangunan baik secara horisontal maupun vertikal.

Pemanfaatan tanaman hijau pada permukaan bangunan vertikal cukup efektif men urunkan suhu dalam ruangan, juga berfungsi sebagai peredam suara bising dari luar dan dapat mengurangi polusi udara di sekitarnya. Desain rumah yang menyerupai boks persegi dengan “selubung tanam” pada hampir seluruh permukaan sehingga dari kejauhan tampak seperti tirai yang menyelimuti fasada bangunan. Kedua sisi lantai dasarnya dibiarkan terbuka sehingga pemakain kaca transparan tercipta interaksi dengan taman di sekitarnya.

Adapun permukaan seluruh fasada di dua lantai bagi bangunan tingkat tiga, di atasnya ditutupi tanaman cascade vernonia yang menjulur ke bawah. Untuk menampilkan keindahan ujung tanaman bisa dipangkas merata atau sesuai keinginan. Perlu diketahui rangka untuk penyangga tanaman tersebut dibuat dari rangka box plastik yang ditata mengelilingi struktur dinding bangunan utama. Struktur horisontal berfungsi untuk pijakan dapat memudakhan memelihara tanaman dan dibuat dengan konstruksi yang lebih kuat dan rapat. Sedangkan struktur vertikal hanya untuk menahan agar sulur tanaman yang menjuntai terlihat rata dan teratur. Boks tanaman terletak di dasar lantai II, atap lantai berupa boks berisi campuran tanah ringan. Jika struktur bangunan sudah terbentuk dari awal maka untuk boks tanaman yang terbuat dari bahan fiber (pastik) harus disangga dengan rangka besi yang ditempel rapat ke bangunan.

Perlu pula diatur jarak tanam supaya tidak terlalu tebal dan menutup rapat fasada. Untuk menghasilkan ketebalan ideal dibutuhkan waktu enam bulan sejak masa tanam jika dari tanaman stek yang panjangnya 50 cm. Sedangkan untuk mudahnya perawatan, sistem irigasi menggunakan sistem drip yang disalurkan dari saluran paralon terinstalasi secara merata pada planter box (boks tanaman). Selubung tanaman secara visual menunjang keindahan dan memberikan keunikan karakter pada bangunan tersebut.

Efek positif yang kentara adalah dapat menurunkan suhu termal terhadap interior bangunan. Karena dedaunan dapat mereduksi efek panas dari radiasi matahari. Sirkulasi udara yang mengalir melalui celah-celah sel kerangka plastik dan celah batang-batang tanaman. Selain itu suara bising dari luar juga dapat diredam.

sumber: www.trisigma.co.id
Let's go all the way tonight. No regrets, just love. We can dance until we die. You and I we'll be young forever..........